Senin, 07 April 2014



Judul                : Manusia Pengembara
Pengarang        : Yakub Martianus
Tahun terbit      : 2008
Tebal buku        : 243
Daftar Pustaka            :  

Gagasan pokok tiap bagian:
·         Bab 1: Moral persepsi umum dan moral persepsi seharusnya
·         Bab 2: Perdebatan umum tentang kehendak dan arti kehendak menurut prioritas
·         Bab 3: Manusia sebagai makhluk yang menyadari waktu dan teori tentang waktu

Rangkuman:
                Bab 1
Apa yang membuat manusia itu manusia? Apa yang membuat manusia itu manusiawi? Ada tiga persepsi  yang penulis katakan yaitu kehendak, moral dan waktu. Dalam bab ini penulis berbicara tentang suatu persepsi umum tentang moral dan persepsi yang “seharusnya” tentang moral. Dalam bahasan awal ini penulis sengaja memilih Moral karena “Moral adalah dasar dari manusia dan sebuah garis tipis antara bukan manusia”.
                “Moral adalah tindakan yang kita lakukan sehari-hari” – Jules Everton. Kutipan berikut adalah salah satu contoh dari penulis dalam menggambarkan pengertian moral secara umu. Moral adalah sebuah tindakan, sudah jelas di katakan dalam kutipan tersebut tapi tindakan apa? Tindakan jelek berarti moral seseorang itu buruk dan tindakan baik berarti moral seseorang itu baik. Tapi apa yang menjadi standart untuk moral baik dan buruk? Hal itu sangat di pertanyakan oleh penulis, penullis mengungkapkan bahwa bila suatu standart itu ada dalam masyarakat seperti yang kita semua tahu dan jalani maka moral menjadi tindakan sebuah masyarakat bukan lagi tindakan sebuah individu. Dalam artian bila suatu tindakan salah atau benarnya di tentukan oleh masyarakat maka sebenarnya moral itu bukan dimiliki oleh manusia tapi dimiliki oleh masyarakat. Penulis berkata bahwa “Moral adalah dasar setiap manusia maka seharusnya moral tidak di nilai dalam lingkup masyarakat melainkan menjadi penilaian individu yang memiliki moral tersebut.
Penulis menentang keras persepsi moral yang ada sekarang dan menjelaskan persepsi yang seharusnya. Moral harus dinilai oleh satu individu bukan untuk satu komunitas karena moral adalah sebuah kepemilikan individu “Mana mungkin orang menilai tindakan tanpa mengetahui alasan? Sama saja dengan orang buta yang jatuh cinta” penulis menegaskan demikian. Dalam bab ini penulis mengajarkan bahwa sebuah moral tidak boleh dinilai dari segi orang lain tapi dari segi individu manusia sendri oleh karena standart manusia lain tidak lah sama dengan standart manusia yang lain lagi.
Bab 2
 Apa yang membuat manusia itu manusia? Apa yang membuat manusia itu manusiawi? Ada tiga persepsi  yang penulis katakan yaitu kehendak, moral dan waktu. Dalam bab ini penulis berbicara tentang Kehendak. Apa itu kehendak? Kenapa manusia memiliki dan harus memiliki kehendak? Sebuah perdebatan yang tidak ada akhir di sajikan dalam buku ini.  Dalam buku ini penulis bukan saja menyajikan sebuah filsafat murni tapi ilmu teologis pun diperbandingkan. Saya menghimbau cukup untuk membaca melalui rangkuman saya, karena dalam bab asli ada banyak perdebatan yang memungkin kan pembaca untuk goyah dalam sebuah kepercayaan agama.
                “Manusia memiliki kehendak bebas adalah doktrin kristen yang menyatakan bahwa manusia adalah ciptaan yang paling sempurna sehingga Tuhan memberikan kehendak bebas untuk manusia” – Marshall .K. James. Sebuah persepsi umum tentang kehendak manusia, penulis sangat menentang pernyataan ini dengan alasan bahwa “Bila Tuhan memberikan kehendak bebas untuk manusia berarti Dia bukan Tuhan yang berdaulat akan segala sesuatu”. Tapi dengan cepat argumen ini dibantah sendiri oleh penulis yang mengatakan “saya orang kristen yang taat akan Tuhan, Saya percaya bahwa Tuhan berdaulat akan segala sesuatu tapi tetap memberikan kita kehendak bebas”. Tetapi sama seperti argumen yang diatas, argumen ini pun dengan cepat dia bantah “apakah logis bila Tuhan berdaulat akan segala sesuatu tapi tetap memberikan kehendak kepada manusia?” bantahan yang masih banyak lagi di lontarkan oleh penulis.
                Setelah sebuah argumen antara penulis dengan dirinya sendiri, penulis menjelaskan maksud dari Kehendak. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang memiliki kehendak tapi dalam saat yang sama kita juga di kontrol oleh Tuhan yang berdaulat akan segala sesuatu. Penulis berbicara tentang prioritas “dalam sebuah kajian yang menyangkut dua ilmu yang berbeda kita harus menempatkan prioritas kita”. Dalam artian penulis berkata bahawa dalam tema kehendak ini ada dua ilmu yang bertolak belakang yaitu antrosentris dan teosentris. Penulis lalu membahas tentang dua opsi prioritas.
                Kehendak bebas adalah sebuah kehendak manusia yang diberikan Tuhan, berarti daulat Tuhan hanya ilusi yang kita ciptakan untuk dipersalahkan. Dalam artian manusia mempunyai kehendak bebas tapi kita tetap berbicara tentang Tuhan berdaulat akan segala sesuatu maka kita menciptakan kedaulatan tersebut untuk disalahkan bila sesuatu berjalan tidak dengan yang kita mau. Itu adalah pikiran penulis tentang Kehendak DALAM antrosentris sebagai prioritas.
                “Saya seorang kristen yang taat”. Penulis lebih menyukai teori kedua tentang kehendak DALAM teosentris sebagai prioritas. Kita mempunyai kehendak yang diberikan oleh Tuhan yang berdaulat akan segala sesuaru termasuk kita. Kehendak adalah sebuah ilusi yang diberikan Tuhan untuk manusia agar manusia dapat menerima dan mengerti diri-Nya. Dalam artian bahwa Tuhan tetap berdaulat akan segala sesuatu tapi memberikan kita ilusi kehendak agar kita tetap merasa kita sendiri yang mengontrol hidup kita. Sebuah contoh diberikan oleh penulis “manusia adalah seorang murid dalam test, sebelum test kita telah diajarkan tentang mana yang harus kita pilih dan didalam test kita memilih mana yang kita harus pilih sesuai dengan yang diajarkan. Pilihan tetap milik kita tetap kehendak kita tapi pilihan tersebut sudah diatur oleh guru yang mengajar”.
               
Bab 3  
Apa yang membuat manusia itu manusia? Apa yang membuat manusia itu manusiawi? Ada tiga persepsi  yang penulis katakan yaitu kehendak, moral dan waktu. Dalam bab ini penulis membahas tentang salah satu penyebab yang paling mistik yaitu waktu. Penulis mengatakan bahwa sebenarnya semua makhluk melewati gejala waktu tapi hanya manusia yang berhasil menyadari tiga tahap waktu sejarah, sekarang, masa depan.
                Manusia adalah satu-satunya makhluk yang menyejarah. Kemampuan manusia untuk menyadari apa yang telah terjadi dan penyebabnya adalah satu alasan kenapa manusia adalah makhluk yang menyejarah. Kemampuan ini diwujudkan dalam jenjang waktu yang berbeda yaitu masa depan. Bagaimana dengan sekarang? Sekarang atau kekinian adalah titik yang sangat tipis antara sejarah dan masa depan. Selaput tipis ini adalah alasan kenapa kita hanya dapat mewujudkan kemampuan menyejarah dalam masa depan. Kekinian adalah masa yang terus bergerak sekarang adalah sejarah dan masa depan adalah sekarang. Setiap Kronos (bahasa yunani untuk setiap detik waktu) yang kita lewati sama dengan melewati dua buah masa itu.
                Manusia yang selalu menghadap ke masa depan. Teori mengejar masa depan sangat ditentang oleh buku ini karena alasan yang sangat logis yaitu. Bila kita mengejar masa depan maka kita tidak hidup dalam kekinian yang dinamis dan saya yakin kekinian adalah setiap detik yang kita lalui. Jadi mau ataupun tidak saya yakin kita terus menerus dan akan terdorong ke masa depan. Dalam masa depan yang telah menjadi kekinian nantinya barulah kita dapat mengaplikasikan manusia yang menyejarah dengan melihat kembali kebelakang. Dengan adanya kemampuan tersebut maka manusia dapat terus menerus belajar untuk masa depan yang akan menjadi kekinian.
                Ada 3 konsep berpikir atau teori tentang waktu siklis, linear dan spiral. Siklis adalah sebuah konsep berpikir yang menyebutkan waktu adalah suatu siklus yang terus berputar dan terus berjalan menuju awal dia mulai. Linear adalah sebuah konsep berpikir yang mempercayai waktu sebagai sebuah garis lurus yang punya titik awal dan punya titik akhir. Berbeda dengan 2 konsep di atas spiral mengatakan bahwa waktu adalah gabungan dari 2 konsep di atas. Sebenarnya di satu pihak waktu adalah lingkaran yang terus mengulang tetapi di pihak lain lingkaran itu tidak tertutup akan dirinya melainkan terus maju. Persepsi spiral berkata bahwa waktu adalah sebuah lingkaran yang dinamis dengan terus maju.

Pendapat & Unsur unik:
Buku yang bagus mengenai asal usul manusia dan semua tindakan manusia. Banyak hal yang berat secara logis untuk diterima tapi dengan mudahnya dijelaskan dengan sebuah contoh sehari-hari yang sederhana. Unsur yang unik adalah perbandingan yang konsisten antara filsafat dan agama sendiri. Sebuah doktrin yang kuat di dukung oleh teori yang kuat pula menjadikan buku ini lengkap dalam hal religius tidak menyesatkan dalam hal logis tidak buta.

3 komentar: