Judul :
Manusia Pengembara
Pengarang : Yakub Martianus
Tahun terbit : 2008
Tebal buku : 243
Daftar Pustaka :
Gagasan pokok tiap bagian:
·
Bab 1: Moral
persepsi umum dan moral persepsi seharusnya
·
Bab 2: Perdebatan
umum tentang kehendak dan arti kehendak menurut prioritas
·
Bab 3: Manusia
sebagai makhluk yang menyadari waktu dan teori tentang waktu
Rangkuman:
Bab 1
Apa yang membuat manusia itu manusia? Apa yang
membuat manusia itu manusiawi? Ada tiga persepsi yang penulis katakan yaitu kehendak, moral dan
waktu. Dalam bab ini penulis berbicara tentang suatu persepsi umum tentang
moral dan persepsi yang “seharusnya” tentang moral. Dalam bahasan awal ini
penulis sengaja memilih Moral karena “Moral adalah dasar dari manusia dan
sebuah garis tipis antara bukan manusia”.
“Moral adalah
tindakan yang kita lakukan sehari-hari” – Jules Everton. Kutipan berikut adalah
salah satu contoh dari penulis dalam menggambarkan pengertian moral secara umu.
Moral adalah sebuah tindakan, sudah jelas di katakan dalam kutipan tersebut
tapi tindakan apa? Tindakan jelek berarti moral seseorang itu buruk dan
tindakan baik berarti moral seseorang itu baik. Tapi apa yang menjadi standart
untuk moral baik dan buruk? Hal itu sangat di pertanyakan oleh penulis,
penullis mengungkapkan bahwa bila suatu standart itu ada dalam masyarakat
seperti yang kita semua tahu dan jalani maka moral menjadi tindakan sebuah
masyarakat bukan lagi tindakan sebuah individu. Dalam artian bila suatu
tindakan salah atau benarnya di tentukan oleh masyarakat maka sebenarnya moral
itu bukan dimiliki oleh manusia tapi dimiliki oleh masyarakat. Penulis berkata
bahwa “Moral adalah dasar setiap manusia maka seharusnya moral tidak di nilai
dalam lingkup masyarakat melainkan menjadi penilaian individu yang memiliki moral
tersebut.
Penulis menentang keras persepsi moral yang ada
sekarang dan menjelaskan persepsi yang seharusnya. Moral harus dinilai oleh
satu individu bukan untuk satu komunitas karena moral adalah sebuah kepemilikan
individu “Mana mungkin orang menilai tindakan tanpa mengetahui alasan? Sama
saja dengan orang buta yang jatuh cinta” penulis menegaskan demikian. Dalam bab
ini penulis mengajarkan bahwa sebuah moral tidak boleh dinilai dari segi orang
lain tapi dari segi individu manusia sendri oleh karena standart manusia lain
tidak lah sama dengan standart manusia yang lain lagi.
Bab 2
Apa yang membuat manusia itu manusia?
Apa yang membuat manusia itu manusiawi? Ada tiga persepsi yang penulis katakan yaitu kehendak, moral
dan waktu. Dalam bab ini penulis berbicara tentang Kehendak. Apa itu kehendak?
Kenapa manusia memiliki dan harus memiliki kehendak? Sebuah perdebatan yang
tidak ada akhir di sajikan dalam buku ini.
Dalam buku ini penulis bukan saja menyajikan sebuah filsafat murni tapi
ilmu teologis pun diperbandingkan. Saya menghimbau cukup untuk membaca melalui
rangkuman saya, karena dalam bab asli ada banyak perdebatan yang memungkin kan
pembaca untuk goyah dalam sebuah kepercayaan agama.
“Manusia memiliki
kehendak bebas adalah doktrin kristen yang menyatakan bahwa manusia adalah
ciptaan yang paling sempurna sehingga Tuhan memberikan kehendak bebas untuk
manusia” – Marshall .K. James. Sebuah persepsi umum tentang kehendak manusia,
penulis sangat menentang pernyataan ini dengan alasan bahwa “Bila Tuhan memberikan
kehendak bebas untuk manusia berarti Dia bukan Tuhan yang berdaulat akan segala
sesuatu”. Tapi dengan cepat argumen ini dibantah sendiri oleh penulis yang
mengatakan “saya orang kristen yang taat akan Tuhan, Saya percaya bahwa Tuhan
berdaulat akan segala sesuatu tapi tetap memberikan kita kehendak bebas”.
Tetapi sama seperti argumen yang diatas, argumen ini pun dengan cepat dia
bantah “apakah logis bila Tuhan berdaulat akan segala sesuatu tapi tetap
memberikan kehendak kepada manusia?” bantahan yang masih banyak lagi di
lontarkan oleh penulis.
Setelah sebuah
argumen antara penulis dengan dirinya sendiri, penulis menjelaskan maksud dari
Kehendak. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang memiliki kehendak tapi dalam
saat yang sama kita juga di kontrol oleh Tuhan yang berdaulat akan segala
sesuatu. Penulis berbicara tentang prioritas “dalam sebuah kajian yang
menyangkut dua ilmu yang berbeda kita harus menempatkan prioritas kita”. Dalam
artian penulis berkata bahawa dalam tema kehendak ini ada dua ilmu yang
bertolak belakang yaitu antrosentris dan teosentris. Penulis lalu membahas
tentang dua opsi prioritas.
Kehendak bebas
adalah sebuah kehendak manusia yang diberikan Tuhan, berarti daulat Tuhan hanya
ilusi yang kita ciptakan untuk dipersalahkan. Dalam artian manusia mempunyai
kehendak bebas tapi kita tetap berbicara tentang Tuhan berdaulat akan segala
sesuatu maka kita menciptakan kedaulatan tersebut untuk disalahkan bila sesuatu
berjalan tidak dengan yang kita mau. Itu adalah pikiran penulis tentang Kehendak
DALAM antrosentris sebagai prioritas.
“Saya seorang
kristen yang taat”. Penulis lebih menyukai teori kedua tentang kehendak DALAM
teosentris sebagai prioritas. Kita mempunyai kehendak yang diberikan oleh Tuhan
yang berdaulat akan segala sesuaru termasuk kita. Kehendak adalah sebuah ilusi
yang diberikan Tuhan untuk manusia agar manusia dapat menerima dan mengerti
diri-Nya. Dalam artian bahwa Tuhan tetap berdaulat akan segala sesuatu tapi
memberikan kita ilusi kehendak agar kita tetap merasa kita sendiri yang
mengontrol hidup kita. Sebuah contoh diberikan oleh penulis “manusia adalah
seorang murid dalam test, sebelum test kita telah diajarkan tentang mana yang
harus kita pilih dan didalam test kita memilih mana yang kita harus pilih
sesuai dengan yang diajarkan. Pilihan tetap milik kita tetap kehendak kita tapi
pilihan tersebut sudah diatur oleh guru yang mengajar”.
Bab 3
Apa yang membuat manusia itu manusia? Apa yang
membuat manusia itu manusiawi? Ada tiga persepsi yang penulis katakan yaitu kehendak, moral
dan waktu. Dalam bab ini penulis membahas tentang salah satu penyebab yang
paling mistik yaitu waktu. Penulis mengatakan bahwa sebenarnya semua makhluk
melewati gejala waktu tapi hanya manusia yang berhasil menyadari tiga tahap
waktu sejarah, sekarang, masa depan.
Manusia adalah
satu-satunya makhluk yang menyejarah. Kemampuan manusia untuk menyadari apa
yang telah terjadi dan penyebabnya adalah satu alasan kenapa manusia adalah
makhluk yang menyejarah. Kemampuan ini diwujudkan dalam jenjang waktu yang
berbeda yaitu masa depan. Bagaimana dengan sekarang? Sekarang atau kekinian
adalah titik yang sangat tipis antara sejarah dan masa depan. Selaput tipis ini
adalah alasan kenapa kita hanya dapat mewujudkan kemampuan menyejarah dalam
masa depan. Kekinian adalah masa yang terus bergerak sekarang adalah sejarah
dan masa depan adalah sekarang. Setiap Kronos (bahasa yunani untuk setiap detik
waktu) yang kita lewati sama dengan melewati dua buah masa itu.
Manusia yang
selalu menghadap ke masa depan. Teori mengejar masa depan sangat ditentang oleh
buku ini karena alasan yang sangat logis yaitu. Bila kita mengejar masa depan
maka kita tidak hidup dalam kekinian yang dinamis dan saya yakin kekinian
adalah setiap detik yang kita lalui. Jadi mau ataupun tidak saya yakin kita
terus menerus dan akan terdorong ke masa depan. Dalam masa depan yang telah
menjadi kekinian nantinya barulah kita dapat mengaplikasikan manusia yang
menyejarah dengan melihat kembali kebelakang. Dengan adanya kemampuan tersebut
maka manusia dapat terus menerus belajar untuk masa depan yang akan menjadi
kekinian.
Ada 3 konsep
berpikir atau teori tentang waktu siklis, linear dan spiral. Siklis adalah
sebuah konsep berpikir yang menyebutkan waktu adalah suatu siklus yang terus
berputar dan terus berjalan menuju awal dia mulai. Linear adalah sebuah konsep
berpikir yang mempercayai waktu sebagai sebuah garis lurus yang punya titik
awal dan punya titik akhir. Berbeda dengan 2 konsep di atas spiral mengatakan
bahwa waktu adalah gabungan dari 2 konsep di atas. Sebenarnya di satu pihak
waktu adalah lingkaran yang terus mengulang tetapi di pihak lain lingkaran itu
tidak tertutup akan dirinya melainkan terus maju. Persepsi spiral berkata bahwa
waktu adalah sebuah lingkaran yang dinamis dengan terus maju.
Pendapat & Unsur unik:
Buku yang bagus
mengenai asal usul manusia dan semua tindakan manusia. Banyak hal yang berat
secara logis untuk diterima tapi dengan mudahnya dijelaskan dengan sebuah
contoh sehari-hari yang sederhana. Unsur yang unik adalah perbandingan yang
konsisten antara filsafat dan agama sendiri. Sebuah doktrin yang kuat di dukung
oleh teori yang kuat pula menjadikan buku ini lengkap dalam hal religius tidak
menyesatkan dalam hal logis tidak buta.
Hasil resume mu menarik lanjutkann
BalasHapusbukunya cukup menarik :)
BalasHapusbukunya bertema atheisme ya?
BalasHapus